Puisi

Sajak Ganto Edisi 164

📅 Selasa, 15 November 2011 10:42 WIB • 👁 1.529 Pembaca

Moratorium

Cerita tentang sandal Jepit

Lalu ada juga jin botol yang hilang

Kemudian mereka bersatu,

Aku mati…

Hasduni, Mahasiswa Teknik Pertambangan TM 2010


Sajak Lali (selimutnya)

Dentup debur malam tak berembun

Teriring rima kosong tergenang di tengah kelopak sabit bulan

berisi seraut bisu busuk menghunus

tak berupa namun berbentuk ..

tak bernama namun di kenal..

tak berkaki namun berjalan..

tapi nafas tak punya..

petapa-petapa bohong yang tau apa laval dan apa ucap

mengali masa depan dalam historis cucu emas batu

dari bilik-bilik kelam para beruk terpatung

obat sedap negeri china serupa garam yang pahit

meresap awan pulau ujung muara.

Tak pernah si bohong berpura jujur

Namun berupa palsu

Seketuk ayunan sapu para nelayan

Iringi persahabatan para roh masa depan..

Robby Wahyu Riyodi, Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia TM 2009


Tentang Angin

Tempias angin petang malam

Entah ku anggap apa

Ada gemertak yang menyentak

Menghunus ubun-ubun

"Enyahkan gemuruh itu !"

Cukup memejam

Lupakan segala

Tapi ...

Angin yang lembut pernah menyentuh ku

Aku tak ingin pulang !

Elvia Mawarni, Mahasiswa Kimia 2009

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

3 + 7 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.