MTQ Mahasiswa Nasional ke-XII (MTQ MN XII) telah usai dan telah ditutup secara resmi oleh Mendiknas yang diwakili oleh Direktur Binsarak Kemendiknas RI, Kamis malam (14/07). Acara ini diselenggarakan di Universitas Muslim Indonesia (UMI), kawasan yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan ini merupakan salah satu kawasan strategis yaitu di tepi jalan protokol yang berseberangan dengan Rumah Sakit Ibnu Sina Yarsi Makasar. UMI termasuk universitas bercorak keislaman terbesar di kawasan timur Indonesia. Selain memiliki fakultas keagamaan yakni Fakultas Ilmu Agama (FAI) dengan beberapa jurusan dan prodi, UMI juga dilengkapi dengan fakultas ilmu-ilmu umum seperti Ekonomi, Teknik, Hukum, Kedokteran dan Farmasi. Bahkan perguruan tinggi yang dipimpin oleh seorang Ummi (ibu rektor) itu juga memiliki sebuah pesantren khusus mahasiswa untuk menanamkan nilai-nilai keislaman bagi seluruh mahasiswanya. Jadi, setiap mahasiswa sebelum menamatkan studinya wajib mondok di pesantren itu selama dua semester. Kala MTQ MN XII tersebut, di sana semua kafilah ditempatkan di Asrama Haji, Sudiang, Makassar. Jarak antara Asrama Haji dan Kampus UMI kurang lebih setengah jam perjalanan bus. Panitia menyediakan bus khusus angkutan kafilah MTQ.
Perjalanan MTQ kali initak sedikit menyisakan kenangan bagi kafilah UNP sendiri. Jika pada MTQ MN ke-XII di Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe Aceh, animo masyarakat setempat luar biasa. Namun, pada MTQ MN ke-XII Makassar animo masyarakat justru sebaliknya. Hal ini terlihat dari kedatangan dan keikutsertaan masyarakat ketika MTQ berlangsung. Penyebabnya adalah panitia yang kurang mengarahkan masyarakat untuk berpartisipasi. Padahal ini merupakan event nasional. Pada hari pembukaan dan penutupan, memang terlihat ramai, tapi itu hanya dipenuhi oleh undangan resmi. Sedangkan hari-hari lomba, yang hadir hanya kafilah MTQ. Tidak terlihat pengunjung dari kalangan masyarakat setempat. Padahal letak kampus UMI itu sangat strategis di pusat kota.
MTQ MN XII 2011 memperlombakan sebelas cabang yang terdiri dari : cabang Tilawatil Quran, Tartil Quran, Hifzil Quran (hafalan) 1 JuZ, Hifzil Quran 2 Juz, Fahmil Quran, Syahril Quran, Kaligrafi Al-Quran, Qira’at Sab’ah dan karya tulis ilmiah berbasis Al-Quran, debat kandungan Al-Qur’an berbahasa arab, Inggris dan Indonesia. Dari semuanya, Hanya tiga cabang yang diikuti kafilah UNP yaknji Qira’t Saba’ah, debat berbahasa Arab dan debat berbahasa Indonesia. "Mudah-mudahan pada kali berikutnya UNP bisa mengikuti keseluruhan cabang lomba itu."
Dalam MTQ MN ke- XII ini kafilah UNP berhasil meraih dua peringkat juara II untuk cabang tilawah putra yang diraih oleh Muhammad Wahyudi Hosen dan Tartil Putra oleh Rian Vebrian. Keduanya dari jurusan teknik elektronika FT. Sedangkan di cabang debat bahasa Inggris UNP harus puas sampai di babak semi final saja, yakni pasangan Nurul Huda dan Asmaul Husna, keduanya dari jurusan Bahasa Inggris FBS. Dengan demikian, kafilah UNP dinyatakan masuk sepuluh besar dari 117 perguruan tinggi yang ikut dalam event tersebut. Adapun untuk penyelenggaran MTQ MN ke- XII 2013 nanti, UNP terpilih sebagai calon tuan rumah dengan sebelumnya bersaing dulu dengan Universitas Indonesia. Semoga pilihan itu jatuh ke UNP, dan ini tentunya tergantung kepada dukungan semua pihak, baik pemerintah propinsi Sumbar maupun kota Padang serta Dikti.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!