Catatan Budaya

Mengeluh

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Jumat, 15 Juli 2011 22:20 WIB • 👁 1.432 Pembaca

Jika manusia dihadapkan pada sebuah pekerjaan yang menurutnya gampang dan menyenangkan, maka tanpa pikir panjang, mereka akan langsung memulai pekerjaannya. Namun, bagaimana jika pekerjaan itu datang dalam jumlah yang banyak dan rumit? Apa yang biasanya di lakukan? Pada kondisi seperti ini akan muncul anggapan bahwa semua tugas tersebut adalah masalah. Masalah yang kita anggap sulit untuk diselesaikan akan berujung pada keluhan sebagai pelampiasan kekesalan.

Mengeluh pada dasarnya merupakan sikap spontan manusia yang menunjukkan ekspresi keputusasaan dan ketidakpuasan. Mengeluh biasanya juga didorong oleh pandangan pesismistis seseorang pada sebuah tujuan yang ingin dicapai dan tidak jarang pula menjadi penghalang seseorang untuk berprestasi secara optimal.

Tidak ada seorang pun yang menjadi pengecualian dari kebiasaan buruk ini, baik itu rakyat biasa, pejabat negara, termasuk didalamnya kalangan pelajar. Di lembaga-lembaga pendidikan misalnya, siswa ataupun mahasiswa sangat sering mengeluh dalam menghadapi tugas-tugas mereka. Mengeluh selalu dijadikan pilihan sebelum berusaha.

Tak hanya itu, belakangan ini juga banyak media yang memberitakan keluhan-keluhan para pejabat-pejabat negara dan rakyatnya. Para pejabat tak segan-segan mengeluhkan jumlah gaji yang mereka terima. Tidak adanya kesesuaian atas balas jasa yang telah mereka lakukan, dijadikan alasan keluhan mereka. Sedangkan rakyatnya, sibuk mengeluhkan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang diputuskan pemerintah. Wakil-wakil rakyat dianggap tidak mampu menjadi pendengar dan penyampai yang baik atas aspirasi mereka.

Mengeluh bukanlah suatu hal yang jarang kita temui, Jejaring sosial semacam facebook, twitter dan sebagainnya secara tidak lansung telah menjadi sarana yang baik untuk men-"share" berbagai keluhan. biasanya, keluhan yang ditulis dibuat se-tragis dan se-dramatis mungkin, dengan tujuan semakin banyak orang yang berempati terhadap masalah yang sedang kita alami.

Namun jika di cermati lagi, mengeluh memiliki dampak yang buruk bagi perkembangan psikologis manusia, keadaan ini disebabkan oleh berbagai tekanan yang ditimbulkan hingga akan membuat manusia merasa semakin "menderita" dan tanpa sadar telah menjadikan diri sendiri sebagai korban.

Sesuatu yang mudah terkadang akan terlihat sulit jika diawali dengan keluhan, pandangan semacam itulah yang biasanya membuat semua hal akan sulit bahkan terasa tidak mungkin untuk diselesaikan. Pepatah lama menyebutkan "ketika anda menganggap sesuatu itu sulit maka ia akan menyulitkan anda, dan ketika anda menganggap sesuatu itu mudah maka anda pasti akan menyelesaikannya". Dengan beranggapan positif (ikhlas) dalam memandang masalah, serta mencari arah pandang dari sisi yang lain merupakan cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi sifat mengeluh ini.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Yudhi Irvan Syah
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

8 + 8 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.