Puisi

Secarik Cecar untuk Tuan

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Jumat, 8 Mei 2026 21:03 WIB • 👁 232 Pembaca
Secarik Cecar untuk Tuan
Ilustrasi: Pinterest

Cecar ini kujual dengan jiwa patah kian merekah
Picik sekali kala ragaku kau cambuk dengan kerasnya amarah
Secarik cecar kuberi untuk tuan keparat lambung nafsu bejat
Erangku enggan didengar, lukaku dipasung aib buangan
Maka mana lagi cecar yang ingin kau dengar?
Warasku kau genggam dengan kasar
Maka mati menjadi pilihan terbaik,
kala mata mereka memanggilku dengan sebutan perempuan jalang
Secarik cecar kuberi untuk tuan keparat
Terima kasih atas tabur luka yang kau suguhkan
Cecar ini kujual agar Tuhan mengerti bahwa,
tempat terbaik yang ia berikan adalah pengadilan bejat berpasung retorika pengandaian

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Amelda Safitri
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

3 + 5 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.