Cecar ini kujual dengan jiwa patah kian merekah
Picik sekali kala ragaku kau cambuk dengan kerasnya amarah
Secarik cecar kuberi untuk tuan keparat lambung nafsu bejat
Erangku enggan didengar, lukaku dipasung aib buangan
Maka mana lagi cecar yang ingin kau dengar?
Warasku kau genggam dengan kasar
Maka mati menjadi pilihan terbaik,
kala mata mereka memanggilku dengan sebutan perempuan jalang
Secarik cecar kuberi untuk tuan keparat
Terima kasih atas tabur luka yang kau suguhkan
Cecar ini kujual agar Tuhan mengerti bahwa,
tempat terbaik yang ia berikan adalah pengadilan bejat berpasung retorika pengandaian
BACA JUGA:
Kenyataan Pahit Negeri Ini
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!