Di sudut malam yang tak lagi punya arah
ia duduk sendiri ditemani layar yang menyala tanpa rasa
Dunia nyata terasa terlalu bising, terlalu kejam
maka ia memilih tenggelam dalam sunyi yang berisik bernama maya
Notifikasi datang seperti hujan
tapi tak satu pun benar-benar menyentuh hatinya.
Tawa di layar terasa asing
kata-kata hangat terasa dingin
Ia hanya jadi bayangan di antara ribuan wajah yang tak pernah benar-benar melihat.
Ia lelah.
Bukan karena satu luka
tapi karena semuanya datang bersamaan harapan yang runtuh
Ia ingin keluar, tapi langkahnya berat oleh pikiran
Ia ingin bicara, tapi kata-kata terasa tenggelam sebelum sempat lahir
Malam makin larut, dan ia masih di sana.
Di antara realita yang menekan dan ilusi yang menenangkan
Seorang lelaki yang tak benar-benar hilang.
Tapi juga belum sepenuhnya pulang.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!