Dia, si pengembara kelaparan di kegelapan busuk,
Aku, pemburu haus di bawah bulan merah membara.
Purnama setengah tahun menusuk kejengkelan,
Mendobrak nafsu, mandat berbuka: "Sekarang juga!"
Aku haus terbakar, puasa ku genggam erat,
Sirene mengaum, tapi ku abaikan demi... apa?
Cicit pengembara hitam, oh betapa "mulia"nya:
"Jangan diminum, itu racun, percaya padaku!"
Ku tunduk bodoh, dahaga ku telan mentah-mentah,
Puasa ku lanjutkan, sambil kau pura-pura suci.
Saat ku terlelap dalam siksa haus menyedihkan,
Kau lahap tamadukkan cairan itu, setetes pun tak sisa
Bravooo, si "penyelamat" eh si munafik
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!