Puisi

Cicit Hitam

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Kamis, 26 Maret 2026 00:37 WIB • 👁 364 Pembaca
Cicit Hitam
Ilustrasi: Pinterest

Dia, si pengembara kelaparan di kegelapan busuk,
Aku, pemburu haus di bawah bulan merah membara.


Purnama setengah tahun menusuk kejengkelan,
Mendobrak nafsu, mandat berbuka: "Sekarang juga!"


Aku haus terbakar, puasa ku genggam erat,
Sirene mengaum, tapi ku abaikan demi... apa?
Cicit pengembara hitam, oh betapa "mulia"nya:
"Jangan diminum, itu racun, percaya padaku!"


Ku tunduk bodoh, dahaga ku telan mentah-mentah,
Puasa ku lanjutkan, sambil kau pura-pura suci.


Saat ku terlelap dalam siksa haus menyedihkan,
Kau lahap tamadukkan cairan itu, setetes pun tak sisa
Bravooo, si "penyelamat" eh si munafik

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Zahroh Salsabila Basir
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

8 + 1 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.