Puisi

Bundaran Ternak

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Sabtu, 15 November 2025 18:34 WIB • 👁 271 Pembaca
Bundaran Ternak
Ilustrasi : Pinterest

Mencekik hisapan darah mengalir
Taburan melati menyerbak
Menelusuri ruang cahaya bergemilau
Hancur melebur tersisihkan.

Susun bertingkat berkemilau raya
Mata terbilalak memandang
Puas? wahai baginda raja tampan
Kemenangan mana lagi?

Berantakan bak teka-teki
Tersusun bagaikan babak penyelesaian
Logika.
Otak bertarung.

Babak penyisihan terungkap
Tak berarti kecupan manis dari bibir kau!
Jejeran basi tersusun.
Memilih sesuka hati bak sokongan baginda.

Tertekan?
Tentram.
Nyaman.
Keluar bersilau kemilau.

Oh, tiada malu, silau kemilau.

Tiada guna keindahan berjejer diselipan saku
Senyuman yang sama bak senyum licik
Aliran sokongan berhasil menyantap dahaga.
Tak khawatir terjebak di dalamnya?
Jalan kau telusuri dengan caranya

Otak kecil mana dirombak oleh spesialis?
Berhasil atau tidak?
Tak terpikirkan.

Pundak membahu rangkulan yang sadis
Pasung jejeran besi?

Gepokan berhasil menuju kemenangan bak kesuksesan

Ternak hewan balita tak dihiraukan?
Ternak dewasa dihiraukan?
Mana letak pasung ternak beribawa?

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Aura Syaflian Haafira
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

9 + 9 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.