Puisi

Muda-Mudi Ibu Pertiwi

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Selasa, 28 Oktober 2025 22:35 WIB • 👁 333 Pembaca
Muda-Mudi Ibu Pertiwi
Foto: Istimewa

Kita bersumpah mamah
Darah nan tumpah
Air bersibak tanah
Kami satu nusa, katanya?


Badan satu, merajut asa, tak nyata
Diksi indah hanyalah lilin di istana merah
Yang padam kala angin pragmatisme menampar wajah

Tanah air satu, katanya megah
Terus-tergerus oleh segelintir darah
Sumpah itu pilar, atau hanya puisi barbar?

"Bangkitlah", gonggong cacing bersuara nyaring
Regar Sukma yang menyesakkan kerongkongan
Sumpah pemuda, api semu nan mengepul
Sementara asap membumbung harap retak

Oh betapa indah sumpah itu berkumandang
Kata-kata diresapi formalitas atau formalintas
Kita bersumpah bukan untuk dipuja
Tapi untuk diuji, dalam tumpukan dusta

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Zahroh Salsabila Basir
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

4 + 3 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.