Hujan menulis dalam rintik rinai,
jatuh di antara usaha bertahan,
melepas sesak, melepaskan rindu,
menyimpanmu di kelopak mata.
Kamu adalah rindu yang diam,
kupekuat dalam setiap doa,
bawah hujan yang basah dan sunyi,
kenangan kita tak pernah hilang.
Tak salah jarak yang memisah,
bukan waktu yang kita pertanyakan,
karena rindu mengajarkan sabar,
menghangatkan hati yang menunggu.
Pada tubuh yang melemah dan sepi,
aku menjaga hati yang kuat,
menunggu rindumu datang kembali,
menikmati hujan dan pelukanmu.
Aku adalah hujan dan kamu,
adalah rindu yang setia,
memeluk dalam kesedihan,
dan tumbuh dalam kegembiraan.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!