Puisi

Hujan dan Kamu Adalah Rindu

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Minggu, 12 Oktober 2025 12:50 WIB • 👁 516 Pembaca
Hujan dan Kamu Adalah Rindu
Foto: Kompas.com

Hujan menulis dalam rintik rinai,

jatuh di antara usaha bertahan,

melepas sesak, melepaskan rindu,

menyimpanmu di kelopak mata.

Kamu adalah rindu yang diam,

kupekuat dalam setiap doa,

bawah hujan yang basah dan sunyi,

kenangan kita tak pernah hilang.

Tak salah jarak yang memisah,

bukan waktu yang kita pertanyakan,

karena rindu mengajarkan sabar,

menghangatkan hati yang menunggu.

Pada tubuh yang melemah dan sepi,

aku menjaga hati yang kuat,

menunggu rindumu datang kembali,

menikmati hujan dan pelukanmu.

Aku adalah hujan dan kamu,

adalah rindu yang setia,

memeluk dalam kesedihan,

dan tumbuh dalam kegembiraan.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Siska Sutrini
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

2 + 4 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.