Sebut saja ini, apa?
Matamu kenapa?
Rembesannya sewarna batu nilam.
Anggap sesaknya
bagai salah satu episode kekacauan kita,
tidak apa-apa
BACA JUGA:
Kenyataan Pahit Negeri IniApakah 'asyik' merantau layaknya manusia?
Menjejali hati dan jantung
seakan otak dan nyawa tak lagi sentral.
Siapa yang kekal itu?
Tuhan,
atau isi di kepalamu?
BACA JUGA:
Pada Hari yang Mengingat
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!