Di cermin kecil, aku tatap bayangan diri,
Wajah yang sama, namun hati terasa hampa.
Terbayang masa lalu, di negeri penuh memori,
Kemarin ramai, kini sunyi tak bersisa.
Panik melanda, jeritan menggema,
Keluarga hilang, entah di mana.
Rumah hanyut, tak pandang kaya miskin,
Semuanya sama, terbawa arus dingin.
BACA JUGA:
Kenyataan Pahit Negeri IniKaki luka, perih terasa,
Semoga lekas sembuh, doa kupuja.
Meski kampung hancur, harapan tak sirna,
Bangkit kembali, ranah minang tercinta.
BACA JUGA:
Pada Hari yang Mengingat
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!