Puisi

Namun, Hanya Kekasih

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Minggu, 19 Mei 2024 00:03 WIB • 👁 583 Pembaca
Namun, Hanya Kekasih
Sumber foto: Nggalek.co

Keramaian perlahan mulai surut.
Menelan gelora di antara udara.
Rayap-rayap mengikis kayu di atap.
Memperlihatkan ruang yang ada.

Sorak sorai yang riuh tak terdengar.
Menghilang bersama suara yang terbakar.
Kemudian, kaki kecil melangkah bersama kilat.
Menjelma bagai kekasih yang memikat.

Suasana hangat, luntur mengucur.
Membayangi kumbang beraroma kelapa.
Keramaian, gelora, atap dan suara yang terbakar, kembali seperti semula.
Namun, hanya kekasih yang mati tak kembali.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Anggelita Febriani
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

6 + 2 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.