Puisi

Angan dan Angin

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Sabtu, 23 Maret 2024 00:42 WIB • 👁 581 Pembaca
Angan dan Angin
Sumber: Medcom.id

Menerawang jauh anganku,
Kala kupandang jauh hamparan langit yang membiru,
Semilir angin menyapa tanpa ragu,
Membasuh luka lama yang bersarang di kalbu.

Perih,
Lirih,

Dadaku berdegup hebat, kala lintasan bayang membangunkan lamunku.
Kuraba dada yang tak kunjung tenang; dentuman itu.
Kuhapus paksa air mata yang menetes di pipiku.
Kau tahu, betapa kejam dirimu menghantui relungku?

Bak pedang tertancap di dadaku.
Tak ada yang mampu menghentikan sesakku.
Namun, pelukan angin berhasil menenangkan raga yang tak bernyawa.
Ia lepas lembut pedang itu, jadi penawar obat akan sakit deritaku

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Septia Wulandari
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

9 + 3 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.